Slider Widget

Ads Here

Selasa, 23 Juni 2020

Pengalaman Impor, Bea Cukai, Bea Masuk dan Pajak Saat Berbelanja di eBay dan Online Shop Luar Negeri. (PALING UPDATE!) oleh - motormodifikasihonda.xyz

Halo sahabat selamat datang di website motormodifikasihonda.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Pengalaman Impor, Bea Cukai, Bea Masuk dan Pajak Saat Berbelanja di eBay dan Online Shop Luar Negeri. (PALING UPDATE!) oleh - motormodifikasihonda.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Para pebisnis kecil dituntut harus dapat menyediakan barang murah, unik dan langka yang kadangkala hanya bisa dibeli di luar negeri, biasanya mereka berbelanja di eBay, Dealextreme, Aliexpress, DHGate, Bangood, Etsy dan sejenisnya, meski setiap toko onlline luar tersebut memiliki karakteristiknya sendiri, baik dari penjual, cara membayar, hingga kualitas barangnya, namun seringkali kawan-kawan yang berbelanja dari luar negeri tersebut, barang/paket kirimannya harus disita bea cukai atau ditahan oleh bea cukai karena ketidaktahuan atas aturan dan larangan dalam peraturan import secara pribadi.

Memang, berbelanja itu mudah, itu kata mama saya saat mengajak Ikan ke sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta, hal ini juga sama untuk berbelanja online, mudah sekali.

Dalam belanja online, kita tinggal memilih barang yang kita inginkan, lalu bayar, bisa menggunakan kartu kredit, paypal atau portal pembayaran online lainnya, dan sesudah berbelanja, kita akan menjadi seorang importir atas nama sendiri, mulai melakukan pengiriman ke Indonesia, ada beberapa opsi pengiriman ketika berbelanja online dari luar negeri, ada yang berbayar/paid shipping, ada juga yang gratis/free shipping, jika mendapatkan “FREE SHIPPING” maka tidak ada ongkos kirim yang perlu dibayar, namun resikonya waktu pengiriman akan cukup panjang sekitar 21-60 hari, seperti yang dibahas disini.

Dan apabila barang yang kita inginkan ternyata tidak mau/tidak bisa dikirim ke Indonesia oleh penjualnya, anda bisa menggunakan jasa mail forwarder seperti Shipito untuk di US dan Forward2me untuk di UK dan sejenisnya, yang memungkinkan kita memiliki alamat sewaan di negara yang sama dengan penjualnya, agar barang tersebut dapat dikirim ke alamat sewaan lalu dilanjutkan pengirimannya ke Indonesia dengan biaya sewa hanya $5-10/paket.

Disarankan menggunakan Paypal untuk bertransaksi belanja online di dunia maya, sebab fitur keamanan dan juga tersedia fasilitas refund jika barang pesanan anda tak kunjung tiba, selain itu juga lebih mudah kini mengisi saldo paypal melalui Triv.

Jika menggunakan jasa pengiriman berbayar, biasanya penjual memberikan jumlah ongkos kirim sesuai yang kita inginkan langsung di website tersebut seperti pada umumnya, ini juga mudah, asalkan alamat dan semuanya tetap sesuai identitas, biasanya pengiriman akan dilakukan 1-2 hari setelah pemesanan/pembelian. Lamanya perjalanan barang tersebut dari negara asal tergantung jenis pengiriman yang anda gunakan, jika anda menggunakan jasa pengiriman berkelas seperti FedEx, DHL, TNT dan semacamnya yg judule barang bisa sampe maksimal 4-5hari ke depan pintu, ongkos kirimnya misalkan dari US, juga bikin deg-degan, rata2 sih sekitar $15-$20 (sekitar 200-300rb) per-lbs ( 1kg sama dengan 2 lbs), kalau pakai jasa pengiriman kantor pos biasa, harganya sekitar $3-$10/lbs tapi baru sampai sekitar 15-30 hari, memang  murah dan mahal semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan.

Setelah dikirim, biasanya kita mulai mencari tahu, apa yang akan terjadi selanjutnya…yap..barang anda dalam perjalanan..seperti infografis dibawah ini


setelah tiba di negara tujuan, pesanan anda akan diperiksa Bea Cukai saat tiba di pusat kargo udara di Bandara Soekarno -Hatta, disini prosesnya beragam, mulai dari menurunkan barang hingga mengecek setiap barang masuk melalui cargo scanner dan juga di pickup secara acak/random jika barang tsb mencurigakan.

Umumnya bea cukai akan mengenakan bea masuk untuk barang kiriman tertentu, misalkan barang mewah termasuk elektronik seperti HP dan Laptop, bea masuk adalah biaya impor untuk pendapatan pemerintah umumnya sekitar 5-15% tergantung jenis/kode barangnya di HS code, bisa dicek disini Harmonized System (HS), ini adalah biaya yang dikenakan untuk memasukkan barang tersebut dari luar negeri, lalu juga ada pajak barang sekitar 10% sama seperti PPN yang kita bayar setiap belanja di Indonesia.

Anda akan mendapat keringanan bebas bea masuk jika belanjaan anda tidak melebihi $3, karena pembebasan bea masuk dan pajak diberikan hanya jika nilai barangnya masih dibawah $3 FOB â€" artinya kini berapapun ongkirnya tidak jadi masalah.

Wajib Memiliki Izin jika nilai pembeliannya diatas $1500
Bea Cukai dalam hal ini akan selalu berpedoman pada dokumen pengiriman barang atau yang disebut dengan Consignment Note (CN) yang diberikan oleh pihak jasa pengiriman (PT POS/perusahaan jasa titipan (PJT)). Dokumen ini merupakan dokumen perjanjian pengiriman barang antara pengirim barang di luar negeri dengan penyelenggara pos untuk mengirimkan barang kiriman kepada penerima barang di dalam negeri.

Namun akan ada pemeriksaan banding jika dianggap dari hasil penelitian ternyata barang kiriman memiliki nilai di atas FOB USD 3 (Tiga Dolar), maka pemilik barang diberikan opsi untuk memilih, menggunakan Consignment Note (CN) dan dikenakan tarif 7,5% atau menggunakan dokumen Pemberitahuan Impor Barang Khusus (PIBK) untuk non badan usaha/pribadi dan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) untuk badan usaha, dengan dikenakan tarif sesuai jenis barang oleh petugas Bea Cukai dan jika nilai barangnya diatas $1500 maka diperlukan dokumen PIBK atau PIB yg umumnya akan diurus oleh pihak jasa pengiriman atau saya sarankan anda menggunakan jasa forwarder jika nilai barangnya cukup tinggi agar izin2nya bisa diurus undername oleh pihak shipping forwarder tersebut.

Intinya..belanja jangan lebih dari $3 kalau mau dapat pembebasan pajak dan bea masuk impor!

 

Simpelnya kayak gini ..
Klo belanja diatas $3 sampeyan harus bayar Bea Masuk 7.5% + PPN 10% dari Nilai Impor


*Nilai Impor dihitung dari harga barang + ongkir + asuransi + bea masuk 7,5% ..dah gitu aja

 

  • Untuk barang kiriman dengan nilai kurang dari $3 akan dibebaskan dari bea masuk dan hanya dikenakan pajak PPN 10%, jika diatas USD3 hingga USD 1500 berlaku tarif tunggal untuk Bea Masuk 7.5% dari harga barang+ongkir ; jadi pajak dan bea masuk baru dikenakan saat harga barang diatas $3, kalau dibawah $3 bebas  bea masuk dll (kecuali barangnya termasuk kategori dibatasi dan dilarang).
  • Jika barang impornya diatas $3 maka pembebasan tsb tidak berlaku, dan perhitungan pajaknya (PPN dan PPH) diambil dari angka HARGA BARANG + ONGKIR + ASURANSI + BEA MASUK 7,5%.
    • Contohnya seperti ini, sampeyan impor seharga $3 atau sekitar 50.000 dengan ongkir 10.000 dan asuransi 5.000..jadi totalnya 65rb â€"trus ditambah bea masuk 7.5% dari nilai belanja + ongkir atau Rp. 11.375 â€" trus  65rb + 11rb tadi hasilnya digabung menjadi Nilai Impor sebesar Rp.76.375,  yang baru dikenakan pajak PPn 10% = Rp.7.635..ini harus dibayar ke negara. 

Produk dengan tarif barang khusus seperti Sepatu, Tas dan Produk tekstil akan dikenakan biaya tarif import sebagai berikut :

â–¸ Tas : Bea Masuk 20% + PPN 10% + PPH 10%
â–¸ Sepatu : Bea Masuk 30% + PPN 10% + PPH 10%
â–¸ Produk Tekstil : Bea Masuk 25% + PPN 10% + PPH 10%

 

Untuk menghitung berapa bea masuk dan pajak yang mungkin dikenakan, anda bisa pakai aplikasi android CEISA milik bea dan cukai, bisa juga membuka simulasinya di sini atau buka halaman http://eservice.insw.go.id/ dan pilih menu ‘Trade Simulation’ kemudian masukkan semua komponen perhitungan seperti kategori impor, lalu tanggal, dan nilai konversi valuta asing, juga CIF (harga barang dan ongkir) kemudian 8 digit HS Code yang sesuai jenis barangnya (bisa dilihat pada link diatas), kepemilikan API (yes/no), kemudian hasilnya bisa diketahui langsung saat itu juga berapa yang akan dikenakan pajak dan bea masuk untuk barang kiriman anda.

Masalah yang sering terjadi disini adalah ketika barang yang kita beli ternyata dikenakan pajak cukup tinggi, akibat kita ‘mungkin’ meminta penjual disana menuliskan harga yang murah atau bahkan memberikan label ‘Gift’ pada barang tersebut. Hal ini dulu cukup manjur, tapi untuk saat ini pihak bea cukai sudah mengerti Internet, mereka bisa mencari langsung di dunia maya berapa harga barang tersebut, jadi akan ada perubahan harga untuk dikenakan pajaknya, jika memang benar barang kirimannya hadiah/sampel/gratisan dari luar negeri, bikin dulu surat pernyataan seperti ini dan nanti akan dinilai oleh petugas apakah diperbolehkan atau tidak.

Lalu masalah lainnya adalah jumlah barang, ini seringkali akibat lapar mata, semua mau dibeli haha, bukan cuma 1-2 pcs tapi sebanyak-banyaknya, tentu saja bea cukai akan melarang hal tesebut, dan meminta dokumen impor serta dokumen lainnya yang menyatakan anda seorang importir, diantaranya dokumen Angka Pengenal Impor (API) dan dokumen Pemberitahuan Impor Barang Khusus (PIBK) untuk non badan usaha dan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) untuk badan usaha, dengan dikenakan tarif sesuai nilai dan jenis barang oleh petugas Bea Cukai.

Kita harus memahami jika bea cukai akan memberikan persetujuan dan kemudahan impor barang tersebut selama barangnya untuk keperluan personal/pribadi, namun jika jumlahnya sudah diatas normal, tentu saja anda akan dianggap pedagang tau pengusaha impor yang ingin dapat pajak seharga pribadi.

kalau merasa keberatan dengan nilai pajak/bea masuk yang ditetapkan, kalian bisa mengajukan surat keberatan kepada pihak bea dan cukai, contoh suratnya seperti ini dan bisa didapat di kantor bea cukai setempat

 

Lalu, berapa jumlah impor pribadi/belanja online dari luar negeri yang aman, atau yang ideal? menurut berbagai sumber jumlah pembelian yang umumnya lolos adalah yang jumlahnya masuk akal untuk dipakai sendiri, atau maksimal 2 pcs, misalkan anda beli handphone merek A, jumlahnya 2 unit itu adalah batas maksimal untuk 1 nama yang tercantum, misalkan anda membeli 4 unit handphone, meski masuknya itu barang berbeda hari, nantinya anda akan tetap ditanya mana dokumen impornya? begitu juga impor mainan, kini dibatasi hanya 3 Pcs dalam 1(satu) bulan, lebih dari itu anda diwajibkan mengurus izin SNI karena terindikasi untuk diperjualbelikan.

percayalah trik apapun pasti ketahuan, karena bea cukai saat ini sudah memiliki track record dari setiap nama/orang sampai histori lengkap untuk setiap orang yang pernah berbelanja atau memasukkan barang dari luar negeri, dan jika menurut mereka anda sindikat pedagang gelap handphone, pasti barangnya disita atau dikenakan pajak impor sesuai peraturan atau bahkan ditahan karena dianggap melakukan aksi penyelundupan.

Percayalah kalau kita berbelanja dari luar negeri, bea cukai akan mengizinkannya selama itu tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku.

Pengalaman saya sendiri sampai hari ini, sudah pernah mengirim hampir semua barang2 harian yang biasa dipakai dari ujung kepala hingga ujung kaki, beberapa kali kirim tanaman air dari malaysia dan china (tp sayangnya beberapa dari mereka mati akibat “free shipping” yg bikin kelamaan dijalan) dan juga sparepart henpon untuk perbaiki hp saya, dan alat2 komputer, mainan anak-anak, sampai barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu penting seperti jepit rambut, stiker hingga kertas kado unik asal jepang.

Sejauh ini, selama barang tersebut sifatnya baru, dari segi jumlahnya ga berlebihan dan harga juga ga dibuat-buat, pasti akan aman-aman saja dan tiba di rumah tanpa kurang satu apapun.

Daftar barang-barang yang memerlukan persyaratan impor tertentu, dilarang, dan dibatasi yang sering dikirim melalui kiriman pos

  • Barang-barang yang memerlukan ijin/persyaratan impor tertentu yang sering dikirim melalui kiriman pos antara lain :
  • Telepon Seluler, Komputer Genggam, dan Komputer Tablet melebihi 2 (dua) unit per kiriman harus mendapatkan ijin sebagai Importir Terdaftar dari Kemendag (Permendag Nomor 82/M-DAG/PER/12/2012).
  • Senjata Api/Angin/Mainan/Replika bagian maupun aksesorisnya, Crossbow, Bahan peledak dan Peralatan Keamanan Lainnya harus dilengkapi ijin dari Kapolri (PU 20/1960 jo. Kep. KAPOLRI No. Skep/82/II/2004 Jo.R/13/I/2005).
  • Obat, Obat Tradisional, Suplemen dan produk pangan olahan harus dilengkapi ijin dari BPOM/Kemenkes.
  • Barang-barang bekas harus dilengkapi ijin dari Kemendag (Permendag 54/M-DAG/PER/10/2009).
  • Tumbuhan dan Hewan harus dilengkapi dengan Sertifikat Pelepasan dari  Balai Karantina (PP 14 Tahun 2002 Tentang Karantina Tumbuhan dan PP 8 tahun 2000 tentang Karantina Hewan).
  • Produk tertentu berupa : pakaian paling banyak 10 pcs perkiriman;elektronika paling banyak 2 pcs, produk tertentu lainnya (Makanan, minuman, Obat Tradisional, Suplemen Kosmetik, Alas Kaki, Mainan anak anak) paling banyak senilai FOB USD 1.500,00, lebih dari itu harus dilengkapi ijin dari Kemendag
  • SNI terhadap beberapa produk seperti Mainan anak-anak Pelek, Ban, Helm dan lain-lain (update per 23 Januari 2018 : untuk impor mainan tanpa SNI dibatasi 3 Pcs /nama berlaku dalam 30 hari )
  • Alat Kesehatan harus dilengkapi ijin dari Kemenkes (Dasar Hukum Permenkes No. 1190/MENKES/PER/VIII/2010)

Terhadap impor melalui barang kiriman pos berlaku juga ketentuan umum dibidang impor termasuk diantaranya aturan larangan impor, barang larangan impor yang terkadang masuk melalui barang kiriman pos antara lain :

  • NPP (Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor) dilarang (Dasar Hukum UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, UU No.5 tahun 1997 tentang Psikotropika, dan PP No 44 tahun 2010 tentang Prekursor)
  • Buku, Majalah, Barang Cetakan Lainnya, Cakram Optik, dan barang lain yang mengandung unsur pornografi/melanggar kesusilaan dilarang (Dasar Hukum UU No 44 tahun 2008 tentang Pornografi, KUHP Pasal 282)
  • Kosmetika, Suplemen yang telah memiliki ijin edar di Indonesia, dan Suplemen selain yang digunakan untuk pengobatan atau mendukung penyembuhan suatu penyakit (misalnya suplemen pelangsing/penurun berat badan, penambah stamina, pembakar lemak, pembentuk otot), BPOM tidak mengeluarkan ijin pemasukan kosmetika dan suplemen jenis tersebut oleh perorangan untuk pemakaian  pribadi

 

Barang Kena Cukai

Batas pembebasan Barang Kena Cukai yang diimpor melalui barang kiriman pos (Dasar Hukum Peraturan Menteri Keuangan  nomor  109/PMK.04/2010 tentang Tata Cara Pembebasan Cukai) adalah :

â€"  MMEA (Minuman Mengandung Etil Alkohol) paling banyak 350 ml

â€"  Hasil Tembakau :

  1. Sigaret paling banyak 40 batang
  2. Cerutu paling banyak 10 batang
  3. Tembakau iris/hasil tembakau lainnya paling banyak 40 gram

Apabila terdapat lebih dari satu hasil tembakau maka pembatasan ditetapkan secara proporsional

Kiriman saya pun beberapa kali pernah masuk ke jalur merah di bea cukai dan akhirnya kena sita, memang karena kesalahan saya sendiri seperti diatas, akhirnya jadi pelajaran kalau kita jangan pernah beli atau kirim barang yang terlarang atau sifatnya berbahaya, kayak mainan pistol2an, barang2 yang bisa dimakan, parfum atau obat2an, susu dan sejenisnya, cairan dan barang yang pakai botol bertekanan, kulit binatang atau barang2 bekas seperti sparepart mobil/motor apalagi yang kelihatan dekil banyak sisa oli atau pelumas…pasti diincer untuk disita karena dianggap limbah B3. Nah untuk pengecekan status kiriman anda langsung di bea cukai, bisa melakukan pengecekan disini

Proses Pengecekan Barang Impor oleh Petugas Bea Cukai

503 views
Petugas Agen Pengiriman menunjukkan isi barang kepada petugas bea cukai untuk diperiksa.

Selamat belanja online dari seantero dunia, selama barangnya sesuai aturan, ada invoice pembelian, pastinya aman kok.

Semoga bermanfaat, jika ada pertanyaan dan diskusi, waktu dan kuota dipersilahkan 🙂

Kamus Istilah Ekspor-Impor
Berikut adalah Istilah-Istilah yang umum dan seringkali Anda jumpai dalam kegiatan ekspor dan impor barang:

  1. Customs Clearance = Adalah suatu proses pemeriksaan dokumen, perhitungan biaya-biaya pajak resmi, dan proses pengeluaran barang yang dilakukan pada negara tujuan.
  2. FOB = Adalah singkatan dari Free On Board, yang artinya anda memberikan penawaran harga barang hanya sampai keatas kapal, ongkos/biaya kapal belum/tidak termasuk. Pembeli anda yang akan menanggung biaya kapalnya .atau dengan kata lain harga barang di tempat asal, ada juga misalnya, harga sudah FOB Port tujuan, misalnya FOB Jakarta, artinya harga tersebut sudah termasuk ongkos kirim sampai Jakarta, dasar ini menjadi perhitungan bea-bea suatu barang.
  3. CIF = Adalah singkatan dari Cost, Insurance and Freight artinya Harga penawaran anda selainmencakup harga barang, biaya kapal, juga termasuk asuransi. Dengan kata lain harga barang disatukan dengan ongkos kirim dan biaya asuransi barang, selain FOB, dasar ini menjadi perhitungan bea-bea suatu barang.
  4. CNF = Adalah singkatan dari Cost and Freight dengan kata lain harga barang ditambah dengan ongkos kirim, tetapi tidak termasuk biaya asuransi barang.
  5. OFR = Adalah singkatan dari Ocean Freight Rate, atau tarif dasar ongkos pengiriman lewat laut, biasanya dihitung per cbm atau kubikasi.
  6. AFR = Adalah singkatan dari Air Freight Rate, atau tarif dasar ongkos pengiriman melalui udara, biasanya dihitung berdasarkan satuan kilogram atau pound (lbs).
  7. FCL = Adalah singkatan dari Full Container Loaded, atau dengan kata lain kiriman ini setara dengan kurang lebih 20 MT (metrix tons) dengan menggunakan kontainer 40ft dan hanya 10 MT (metrix tons) jika menggunakan kontainer 20ft.
  8. Notul = Adalah suatu kejadian dimana barang tidak dapat dikeluarkan karena terkena pemutihan, documen yang tidak valid atau dipalsukan, Perubahan Invoice, sehingga bea masu terlalu tinggi, dan biasanya terkena sewa gudang di pelabuhan.
  9. PIB = Pemberitahan Impor Barang. Pengisian form PIB dilakukan dengan system online EDI (Electronic Data Interchange). Jika pemeriksaan PIB disetujui, maka akan terbit SPPB.
  10. PEB = Pemberitahuan Export Barang. Pengisian form Pemberitahuan Export Barang di ajukan dengan system online melalui system EDI (Electronic Data Interchange). Jika pemeriksaan PEB di setujui, maka akan keluar P.E. Adapun data-data yang diisikan saat pengajuan pengisian form PEB adalah semua data-data yang ada di Packing List & Commercial Invoice seperti.
  11. HSCode = Adalah suatu istilah untuk mengidentifikasi suatu klasifikasi barang, HSCode ini menggunakan angka untuk memudahkan perhitungan bea-bea.
  12. Volumetrik = Adalah suatu istilah untuk perbandingan antara berat aktual barang dan berat hasil perkalian dimensi barang, istilah lain adalah Barang ringan makan tempat (Ringan Makan Tempat) jadi kurir akan menghitung yang terberat diantara 2 (Dua) perbandingan tersebut.
  13. AWB = Adalah kependekan dari Airway Bill yang diberikan sebagai bukti pengiriman barang melalui udara, pada airway bill terdapat barcode yang dapat melacak posisi baran, Airway bill ini juga berguna untuk mengidentifikasi barang.
  14. BL = Adalah kependekan dari Bill of Lading yang diberikan sebagai bukti pengiriman barang melalui laut, fungsinya sama dengan AWB pada jalur udara.
  15. Commercial Invoice = dalah suatu dokumen yang diperlukan untuk barang-barang yang terkena bea saat tiba di Negara tujuan, dokumen ini akan menjadi dasar perhitungan pihak bea dan cukai.
  16. API = Adalah kependekan dari Angka Pengenal Importir, bentuk lain adalah API-T (Terbatas).
    API-U (Umum) adalah suatu izin sebagai identitas suatu perusahaan atau perorangan dalam bidang import.
  17. SRP = Adalah kependekan dari Surat Registrasi Pabean, surat ini berguna untuk importer sebagai identitas yang memenuhi persyaratan dari Bea dan Cukai untuk melakukan import barang.
  18. LCL = Adalah singkatan dari Less Container Loaded, adalah suatu istilah untuk pengiriman yang tidak mencapai 1 (satu) Kontainer penuh, hitungannya adalah kubikasi atau kubikmeter.
  19. Konsolidasi = Adalah proses yang biasanya dilakukan freight forwarders untuk menggabungkan banyak kiriman menjadi satu kiriman, dan hal ini dapat memperkecil biaya ongkos kirim secara keseluruhan.

Itulah tadi informasi mengenai Pengalaman Impor, Bea Cukai, Bea Masuk dan Pajak Saat Berbelanja di eBay dan Online Shop Luar Negeri. (PALING UPDATE!) oleh - motormodifikasihonda.xyz dan sekianlah artikel dari kami motormodifikasihonda.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar